Penelitian Ilmiah Blustru Sebagai Obat Antitumor
Table of Contents
Penelitian Ilmiah Blustru Sebagai Obat Antitumor
Bagi orang Indonesia, kita sering menjumpai sebuah tanaman
dari famili Cucurbitaceae ini. Terkadang sering dimanfaatkan sebagai sayuran
yang disajikan sehari-hari. Ternyata tidak banyak yang mengetahui bahwa tanaman
ini memiliki khasiat pengobatan dan digunakan secara turun-temurun. Bukti
empiris inilah yang mendorong para peneliti untuk melakukan peneliitian ilmiah
mengenai manfaat blustru sebagai terapi pengobatan antitumor.
Antitumor
Luffin-a, protein ribosome-inactivating Tipe-I rantai
tunggal, yang diketahui merupakan keluarga luffin paling toksik dan rupanya
memiliki aktivitas antitumor, diisolasi dari biji blustru. Pada penelitian ini,
mature alpha-luffin memiliki 96% asam amino serupa dengan luffin-a.
Rekombinan mature alpha-luffin berhasil diekspresikan dalam
sebuah bagian bentuk yang dapat larut pada Escherichia coli setelah kondisi
optimisasi ekspresi. Efek protein rekombinan pada pertumbuhan bakteri dan
aktivitas penghambatan sintesis protein secara in vitro dikaji dalam
penelitian. Kemudian, aktivitas antitumor melawan beberapa sel kanker dievaluasi
dengan menggunakan CCK-8 assay dan sitrometri arus. Hasil mengindikasikan bahwa
rekombinan alpha-luffin sedikit toksik pada E.coli. Rekombinan alpha-luffin
dapat menghambat sintesis protein pada sistem lisat retikulosit kelinci.
Pada waktu bersamaan, juga menghambat pertumbuhan sel tumor
pada dosis dan waktu tertentu. Rekombinan alpha-luffin juga dapat memicu
kematian sel secara apoptosis. Sitoksisitas alpha-luffin pada sel tumor
membuatnya berpotensi sebagai agen antitumor.

Posting Komentar