Inilah Penelitian Manfaat Bayam Merah Untuk Hepatoprotektor Dan Tukak Lambung

Table of Contents
Kita tentu sering mendengar terapi penyembuhan berbagai penyakit sejak jaman dahulu menggunakan herbal. Secara turun-temurun, manfaatnya telah terbukti menyembuhkan penyakit ringan maupun kronis. Oleh karena itu, dilakukan beberapa uji dan penelitian untuk membuktikan secara ilmiah resep-resep pengobatan herbal tersebut. Berikut beberapa contoh penelitian bayam merah untuk mengobati tukak lambung dan bermanfaat sebagai hepatoprotektor. Semoga bermanfaat! 







1. Hepatoprotektor

Ekstrak etano daun Amaranthus tricolor (ATE) diuji untuk mengetahui efektivitasnya melawan toksisitas liver yang diinduksi CCI pada tikus. Aktivitas hepatoprotektif ATE dievaluasi melalui beragam parameter toksisitas liver, profil lipid, dan evaluasi histopatologikal. Studi penentuan waktu tidur dan tes toksisitas akut dilakukan pada mencit. Hasilnya secara jelas menunjukkan bahwa pemberian ATE oral selama tiga minggu secara signifikan mengurangi level kenaikan serum GOT (glutamic oxaloacetic transaminase), GPT (glutamic pyruvic transaminase), GGT (gamma glutamyl transpeptidase), ALP (alkaline phosphatase), bilirubin, kolesterol, LDL (low density lipoprotein), VLDL (very low density lipoprotein), TG (trigliserida) dan MDA (malondialdehyde) yang diinduksi aktivitas NP-SH (non-protein sulfhydryl) dan TP (total protein) pada jaringan liver. Temuan biokimia tersebut didukung evaluasi histopatologi pada tikus. Perpanjangan narkolepsi yang diinduksi pentobarbital memendek secara signifikan berkat ekstrak. Tes toksisitas akut menunjukkan tidak ada ketidakwajaran dan kematian yang disebabkan ekstrak. Efek hepatoprotektif yang diobservasi terlihat berkaitan dengan kandungan antioksidan A. tricolor, yang dapat digunakan untuk melawan penyakit liver.


2. Efek Sitoprotektif Lambung

Efek daun A. tricolor pada sekresi lambung dan efek sitoproteksi lambung dievaluasi menggunakan lima model tukak lambung berbeda: tukak lambung yang diinduksi asam asetat, diinduksi pylorus ligation, diinduksi etanol, diinduksi indomethacin, dan diinduksi ischemia-reperfusion. Ekstrak berbeda, yaitu ekstrak etanol (EAT), ekstrak petroleum eter (PEAT), ekstrak kloroform (CAT), dan ekstrak etil asetat (EAAT) daun A. tricolor diberikan pada dosis 200 mg/kg per oral (p.o.). Studi toksisitas oral akut memunculkan bahwa semua ekstrak tersimpan hingga lebih dari 2.000 mg/kg p.o, sebab itu sepersepuluh dosis dipilih untuk mengevaluasi aktivitas antitukak. EAT dan EAAT (200 mg/kg, p.o.) menunjukkan efek penyembuhan tukak lambung pada tukak lambung kronis induksi asam asetat. EAT dan EAAT menghambat sekresi lambung pada tikus pylorus ligated dan menunjukkan efek sitoprotektif lambung pada tukak lambung induksi etanol dan induksi indomethacin, sementara PEAT dan CAT menunjukkan efek antitukak yang tidak signifikan. Ekstrak daun A. tricolor ditemukan memiliki kandungan antitukak yang terbukti baik pada tukak lambung percobaan model hewan, itu sesuai dengan kebiasaan pengobatan tradisional turun temurun.

Posting Komentar