Inilah Penelitian Ilmiah Blustru Sebagai Obat Analgesik Dan Antibakteri

Table of Contents
Inilah Penelitian Ilmiah Blustru Sebagai Obat Analgesik Dan Antibakteri



Banyak cerita dari orang-orang dahulu, atau nenek kakek kita, bahwa tanaman atau herbal terbukti membantu kita mengobati berbagai keluhan penyakit. Resep-resep tradisional diturunkan dan diwariskan secara turun temurun. Bukti empiris inilah yang menjadi alasan bagi para peneliti untuk terus meneliti lebih lanjut melalui penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan. Berikut ini kami sampaikan penelitian ilmiah blustru sebagai analgesik dan antibakteri. Semoga bermanfaat!

Analgesik

Penelitian dilakukan Velmurugan V dan rekan menggunakan metode geliat induksi asam asetat dan metode perendaman ekor. Pada metode pertama, mencit dibagi 4 kelompok perlakuan : kontrol, ekstrak etanol buah blustru, ekstrak alkohol buah blustru, dan aspirin. Ekstrak air dan ekstrak alkohol serta aspirin diberikan dengan dosis masing-masing 100 mg / kg bobot tubuh. Setelah 30 menit perlakuan, semua kelompok diberi iritan (penyebab rasa sakit).

Hasil menunjukkan persentase penghambatan rasa sakit pada ekstrak alkohol, etanol, dan pemberian aspirin yaitu 51%, 63% dan 80%. Pada metode kedua, pentazocin digunakan sebagai obat standar. Hasil menunjukkan ekstrak memiliki aktivitas analgesik yang hampir sama dengan obat standar.

Antibakteri

Zona penghambatan maksimum diperlihatkan ekstrak alkohol dan etanol buah blustru melawan Salmonella typhi (penyebab tipes) yakni masing-masing 20 mm dan 19 mm untuk ekstrak air serta 21 mm dan 18 mm untuk ekstrak alkohol pada dosis 100 mg/kg bobot tubuh mencit. Penelitian dibandingkan dengan standar Ciprofloxacin 5 mcg. Kedua ekstrak juga menunjukkan aktivitas antibakteri moderat melawan Bacillus subtilis dan Vibrio cholera serta aktivitas lemah melawan Fusarium moniliformae.

Penelitian lainnya yang mengkaji ekstrak petroleum eter buah blustru menunjukkan kandungan 3-hydroxy-1-methylene-2,3,4,4-tetrahydroxynaphthalene-2-carbaldehyde dan 22,23-dihydroxy spinasterol hanya memperlihatkan aktivitas lemah hingga moderat melawan bakteri gram positif (bacillus cereus, B. megaterium, B. subtilis, Staphylococcus aureus, Sarcina lutea) dan gram negatif (Escherichia coli, Salmonella paratyphi, S. thypi, Shigella boydii, Shigella dysenteriae, Vibrio mimicus, dan V. parahemolyticus) yang diujikan. Bijinya efektif melawan S. aureus dan Candida albicans.


Posting Komentar