Manfaat Bawang Dayak Untuk Kanker? Ini Penelitiannya!

Table of Contents



Secara turun temurun, masyarakat di Kalimantan kerap menggunakan bawang dayak untuk mengatasi penyakit akibat pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang abnormal seperti kista, mioma, dan kanker rahim. Secara tradisional suku Dayak memanfaatkannya untuk melancarkan air seni, sembelit, obat bisul, mencegah stroke, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta minuman untuk ibu pascamelahirkan.

a.       Manfaat Bawang Dayak sebagai antikanker
Lima turunan naphtalene dan glukosida, eleutherinosides B-E diperoleh dari ekstrak bawang dayak. Sepuluh senyawa tersebut mampu menghambat transkripsi TCF/beta-catenin pada sel STF/293. Dua senyawa di antaranya mampu menghambat transkripsi TCF/beta-catenin tergantung dosis dan mununjukkan sitotoksisitas selektif melawan sel kanker kolorektal.

b.      Manfaat Bawang Dayak Sebagai Antimikroba
Bulbusnya yang mengandung fenol, sterol, phlobatannin, protein, steroid, tanin dan penurun gula memiliki aktivitas antimikrobial melawan Staphylococcus aureus resisten meticilin dan Acinetobacter baumannii.

c.       Manfaat Bawang Dayak Sebagai Antidermatophyte
Kandungan naftokuinon eleutherin yang terdapat pada bulbus yang diujikan pada konsentrasi 10 microgram, 20 microgram, 40 microgram, 60 microgram dan 80 microgram/cakaram kemudian dibandingkan dengan penggunaan myconazole untuk melihat aktivitas antidermatophyte. Istilah dermatophyte sebenarnya merujuk pada cendawan yang menginfeksi kulit. Hasil uji menunjukkan zona penghambatan melawan Trichophyton mentagrophytes sebesar 7mm, 8mm, 13mm, 16mm, 17mm, dan 14mm persegi. T. Mentagrophyes merupakan jamur penyebab berbagai macam penyakit salah satunya athlete’s foot, infeksi kulit yang menyerang kaki, tepatnya bagian sela jari kaki dan kuku.

d.      Manfaat Bawang Dayak sebagai Antimelanogenesis
Pada uji penghambatan melawan pembentukan melanin, kandungan senyawa naftokuinon eleutherin yang terdapat pada bulbus bawang dayak menunjukkan aktivitas antimelanogenesis pada 5 ppm dengan toksisitas rendah dibandingkan arbutin, agen pemutih kulit komersial. Arbutin ditemukan pada gandum dan kulit buah pir itu awalnya ditemukan pada bearberry Arctosaphylos uva-ursi. Kini arbutin banyak digunakan sebagai bahan pemutih komersial.

e.      Manfaat Bawang Dayak Sebagai Peluruh Batu Ginjal
Dosis fraksi bulbus bawang putih dayak diuji untuk emngetahui aktivitas diuretika dan antikalkuli terhadap mencit putih wistar jantan yang telah diinduksi dengan hidroksiprolin dengan dosis 2,5 g/kg BB. Dari data yang dianalisis dengan menggunakan metode statistik tukey dan scheffe diperoleh ada perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, fraksi ekstrak metaol, fraksi petroleum eter, fraksi etil asetat, dan fraksi n-butanol dosis 400 mg/kg BB dapat menurunkan kadar kalsium urine, meningkatkan volume air seni 24 jam, menurunkan pH urine dan menurunkan rasio bobot ginjal per 200 gram bobot badan (p<0,05). Itu membuktikan fraksi bulbus bawang dayak dapat menurunkan kadar kalsium yang diekskresi melalui air seni mencit 24 jam secara bermakna (p<0,05). Keampuhan fraksi berturut-turut mulai yang terbesar yaitu fraksi n-butanol, metanol, etil asetat, dan petroleum eter.

f.        Manfaat Bawang Dayak Sebagai Diuretik
Fraksi bulbus bawang dayak bersifat diuretik (peluruh urine) terbukti mampu menurunkan pH air kemih dan rasio bobot ginjal pada mencit wistar jantan serta menaikkan volume air seni 24 jam pada kelompok mencit perlakuan  yang disuntik dengan hidroksiprolin dosis tunggal 2.5 g/kg BB dan hanya diberi Na CMC. Dibandingkan fraksi metanol, etil asetat, dan petroleum eter, fraksi n-butanol memiliki aktivitas tertinggi.

g.       Manfaat Bawang Dayak Sebagai Antioksidan
Ekstrak bulbus bawang dayak diberikan pada tikus yang dipapar asap rokok untuk mengetahui efek antioksidan. Sampel penelitian terlebih dahulu diadaptasikan selama satu minggu serta diberikan makan dan minum secara ad libitum. Semua tikus kemudian dibagi menjadi lima kelompok secara acak, masing-masing terdiri dari empat ekor tikus dengan perlakuan berbeda pada tiap kelompoknya yaitu P0 (kelompok tanpa perlakuan), P1 (kelompok yang hanya diberi paparan asap rokok), P2 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok  dan pemberian ekstrak etanol bulbus bawang dayak dengan dosis 30 mg/kg BB), P3 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dayak dengan dosuis 60 mg/kg BB) dan P4 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan pemberian ekstrak etanol bulbus bawang dayak dengan dosis 90 mg/kg BB), setiap perlakuan menggunakan 4 kali ulangan. Kelompok yang memperoleh perlakuan paparan asap rokok (P2, P3, dan P4) setiap harinya ditempatkan pada kotak berukuran 30 x 15 x 15 cm dan dipapar asap rokok 1 batang/hari.

Kemudian tikus jantan berusia 3-4 bulan dengan bobot 150-200 gram itu diberikan perlakuan secara oral, setiap tikus dicekoki 2 ml dosis ekstrak yang telah diencerkan dengan NaCMC 0.5% setiap hari selama 53 hari. Pada hari ke 54 dilakukan pembedahan untuk mengambil organ paru-paru tikus yang selanjutnya dibuat sediaan mikroanatomi dengan metode parafin dan pewarnaan HE.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol bulbus bawang dayak dengan dosis 30 mg/kg BB, 60 mg/kg BB dan 90 mg/kg Bbdapat menurunkan tingkat kerusakan dinding bronkiolus dan alveolus paru-paru tikus yang dipapar asap rokok. Ekstrak bawang dayak pada dosis 90 mg/kg BB dapat menurunkan tingkat kerusakan dinding bronkiolus dan alveolus paru-paru hingga berbeda tidak nyata dengan kontrol negatif (P0).

Senyawa flavonoid yang terkandung dalam bulbus bawang dayak telah terbukti mempunyai efek antioksidan dengan menghambat penggumpalan keping sel darah, merangsang produksi nitrit oksida yang dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh darah dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker. 

Posting Komentar