Inilah Studi Manfaat Bayam Kucing Sebagai Antidiare, Antimikroba, Hepatoprotektor dan Imunostimulan

Table of Contents
Inilah Manfaat Bayam Kucing Sebagai Antidiare, Antimikroba, Hepatoprotektor dan Imunostimulan



Bukan tanpa alasan jika herbal sudah menjadi terapi berbagai penyakit sejak dulu kala secara turun-temurun. Juga terkenal karena ringannya efek samping yang ditimbulkan atau bahkan tanpa efek samping sedikitpun. Dewasa ini, berbagai penelitian pun terus dikembangkan. Salah satu penelitian yang dilakukan adalah terhadap tanaman bayam kucing (Celosia argentea). Berikut manfaat-manfaat bayam kucing bagi kesehatan manusia dan penelitian yang membuktikan fakta tersebut. Semoga bermanfaat!

Antidiare
Efek antidiare dievaluasi emnggunakan 3 macam metode dibandingkan dengan Loperamide sebagai obat standar diare, dibandingkan dengan atropine (juga dikenal sebagai obat anti muskarinik) pada tes charcoal meal, dan melihat pengaruhnya pada aktivitas Prostaglandin E2 (PGE2).
Pada metode pertama, tikus albino wistar dibagi ke dalam 4 grup perlakuan. Kelompok pertama hanya diberi larutan 1% tragacanth (gum alami berasal dari getah tanaman genus Astragalus yang dikeringkan). Kedua mendapat Loperamide (2 mg/kg sebagai obat standar.

Kelompok ketiga dan keempat mendapat ekstrak daun sebanyak 100 dan 200 mg/kg. Tikus lalu diberi minyak jarak 1% secara oral sebagai pencetus diare. Minyak jarak bekerja menghambat penyerapan air dan NaCl sehingga volume usus meningkat. Kandungan asam risinoleat menyebabkan iritasi dan inflamasi pada dinding usus, memicu pembentukan prostaglandin yang akhirnya memicu proses diare.

Pengamatan jumlah cairan dan zat padat yang dikeluarkan tikus dilakukan 4 jam kemudian. Pada metode kedua ektrak 200 mg/kg daun ternyata menunjukkan hasil lebih baik dibanding atropine. Dari metode ketiga didapat hasil ekstrak berhasil menghambat PGE2 sehingga memberi efek entidiare.
Dari keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan efek antidiare ditunjukkan dengan adanya penurunan aktivitas gastrointestinal, penghambatan sintesis senyawa prostaglandin dan NO. 

Prostaglandin adalah senyawa yang bertanggung jawab pada kontraksi dan relaksasi otot polos. Efek itu muncul diduga karena kerja tanin dan flavonoid di dalam ekstrak. Hasil tes charcoal meal juga menunjukkan aktivitas antimuskarinik. Antimuskarinik biasa dipakai dalam pengobatan parekinson.

Antimikroba
Tujuh puluh dua ekstrak metanol diperoleh dari daun, kulit batang, dan akar 50 jenis tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di wilayah Perak, Semenanjung Malaysia. Semua ekstrak lantas diteliti untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan anticendawan. Salah satu tanaman, Celosia argantea, menunjukkan spektrum luas sebagai antibakteri dan anticendawan.

Hepatoprotektor dan imunostimulan
Celosian, polisakarida yang bersifat asam dari biji Celosia argentea diketahui manjur sebagai agen antihepatotoksik pada luka liver hewan uji. Mekanisme imunomodulator celosian diteliti untukmenjelaskan bagaimana terjadinya efek hepatotoksik.

Celosian mendorong terbentuknya tumor nekrosis factor-alpha (TNF-alpha) pada mencit. Secara alami TNF berfungsi sebagai sel kekebalan tubuh, hasil kerjanya berupa proses apoptosis (bunuh diri) sel, penghambatan replikasi viral sel, dan mencegah pertumbuhan lebih lanjut sel yang abnormal (tumorigenesis).

Celosian juga merangsang produksi interleukin-1 beta (IL-1 beta) dan nitric oxide (NO) pada makrofag sel J774,1 dengan konsentrasi tertentu (antara 1-1000 microgram/ml). Selain itu, celosian menginduksi sekresi beta IL-1 pada sel mononuklir manusia. Interleukin 1 (IL-1) adalah sejenis protein sitokin dalam tubuh yang bekerja sebagai mediator proses inflamasi.

Saat tubuh sedang berjuang melawan serangan benda asing, salah satu mekanisme pertahanannya dengan memunculkan proses inflamasi/peradangan. Celosian juga meningkatkan aktivitas produksi interferon gamma (IFN-gamma) dari concanavalin A (Con A) pada sel limpa mencit. Interferon gamma (IFN-gamma) atau tipe II interferon yang diproduksi oleh Natural Killer (NK) dan Natural Killer T (NKT) sel, fungsi utamanya mengontrol pertumbuhan tumor, melawan infeksi bakteri, dan mencegah replikasi viral sel asing.


Meskipun begitu, celosian sendiri tidak secara signifikan mempengaruhi produksi IFN-gamma. Hasil ini mengindikasikan dengan bekerja sebagai agen imunostimulan celosian berperan antihepatotoksik.

Posting Komentar