Anyang-anyang : Tanaman Untuk terapi Diabetes
Table of Contents
Ketika mendengar nama Anyang-anyang,
mungkin tidak semua orang tahu. Mungkin juga ada beberapa di antara kita yang
pernah melihat atau malah membuktikan sendiri kemanfaatan tanaman ini untuk
berbagai pengobatan. Manfaatnya yang banyak hingga terkenal dan tidak hanya
digunakan di Indonesia saja, namun hingga beberapa negara tetangga seperti
Thailand.
Di Solo, Jawa Tengah, misalnya, kulit dan
batangnya ditumbuk untuk mengobati luka luar pada kaki. Sementara seduhan
daunnya biasa digunakan untuk mengatasi lelah dan keletihan. Buahnya memiliki
efek diuretik sedangkan daun yang masih muda berkhasiat mengobati borok dan
bisul. Wow!
Bagaimana Anyang-anyang digunakan sebagai
antidiabetes?
Hasil riset menunjukkan, tikus diabetes
yang diberi ekstrak daun, ranting, dan buah anyang-anyang dengan dosis 0.0001
dan 0.001 g/kg bobot tubuh menunjukkan aktivitas alanine aminotransferase (ALT)
lebih tinggi dibanding tikus kontrol diabetes. Plasma trigliserida tikus diabetes
dengan pemberian ekstrak 0.001 g/kg bobot tubuh menunjukkan peningkatan plasma
trigliserida dibandingkan tikus kontrol diabetes. Tikus kontrol diabetes
memperlihatkan kecenderungan penurunan aktivitas aminopyrine-N-demethylase
(APD). Itu membuktikan ekstrak air anyang-anyang memiliki efek hipoglikemik.
Penggunaan ekstrak air disarankan tidak lebih dari dua minggu berturut-turut.
Bagaimana Aktivitas penghambatan melawan
protease HIV-1?
Buah anyang-anyag pada dosis 250 microgram/
ml memiliki aktivitas penghambatan protease HIV-2 sebesar 53.9%. Protease
berperan membelah molekul prekusor untuk menghasilkan protein struktural akhir
dari inti virion matang. Penghambat enzim protease yang membantu pembentukan
protein yang lebih kecil untuk digunakan dalam pembentukan virus baru. Protein
yangdibutuhkan untuk membentuk virus menjadi tidak matang. Dengan demikian,
walaupun produksi virion dan pelekatan sel inang masih terjadi, virus gagal
berfungsi dan tidak bersifat menginfeksi sel.

Posting Komentar