WOW! 8 Manfaat Alpukat Yang Tidak Diketahui Orang, Terbukti Uji Laboratorium
Table of Contents
Wow! Sebagai warga Indonesia yang tinggal
di sekitar khatulistiwa, adalah kabar baik bagi kita karena mudah menemukan
buah kaya manfaat satu ini. Namanya alpukat dan terkenal manfaatnya hingga di
banyak negara di seluruh dunia. Penelitian berikut membuktikan 8 manfaat
alpukat bagi kesehatan kita :
1.
Antikolesterol
Dibuktikan oleh DM Colquhoundari dari Dietary Departement, Wesley
Hospital, Queensland, Australia, Penelitian melibatkan 15 wanita berusia 37-58
tahun. Sebanyak 8 wanita diberi avokad, sedangkan 7 orang lainnya mengonsumsi
makanan kaya karbohidrat selama 3 minggu. Hasilnya, kadar kolesterol darah pada
pengonsumsi avokad turun 8,2% sedangkan pengonsumsi kaya karbohidrat hanya
turun 4,9%. Penurunan juga terjadi pada nilai low density
lipoprotein-kolesterol jahat-pengonsumsi avokad, yang mengonsumsi karbohidrat
tidak sama sekali.
2.
Antioksidan
Ekstrak biji dan kulit avokad terbukti mengandung senyawa fenol yang memiliki
efek antioksidan dengan jumlah kandungan dan efek lebih tinggi pada kulit
dibandingkan biji. Nilai antioksidan yang terdapat pada kulit berdasarkan
metode TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Activity) dan ORAC (Oxygen Radical Absorbance
Capacity) yaitu 0,16 dan 0,47 mmol Trolox/g DW. TEAC dan ORAC merupakan metode
untuk mengukur kapasitas antioksidan pada sampel biologi secara in vitro.
3.
Antidiabetes
Ekstrak hidroalkohol daun Persea americana dengan dosis 0,15 dan 0,3
g/kg/hari mampu menurunkan level glukosa dan meningkatkan status metabolik
hewan percobaan. Mekanisme pengaturan penyerapan glukosa pada lever dan otot
rangka itu terjadi melalui jalur aktivasi protein kinase B (PKB) atau Akt.
Aktivasi Akt berperan dalam stimulasi penyerapan glukosa oleh insulin. Zdychova
dan Komers (2005) menyatakan adanya bukti rusaknya penanda Akt pada pembentukan
resistensi insulin.
4.
Analgesik
Ekstrak air daun avokad menghasilkan aktivitas penghambat rasa sakit
tergantung dosis pada tes formalin yang
dilakukan pada mencit, penurunan menggeliat mencit yang diinduksi dengan asam
asetat, dan peningkatan ambang nyeri pada tes lempeng panas pada mencit. Itu
artinya, ekstrak memiliki aktivitas analgetik atau pengurang rasa sakit.
5.
Antiinflamasi
Efek antiinflamasi terdeteksi pada ekstrak daun avokad lewat adanya
penghambatan inflamasi tergantung dosis pada edema telapak kaki mencit yang
diinduksi keragenan.
6.
Aktivitas hipotensif
Pemberian dosis ekstrak air dan metanol daun avokad dari 6,25% hingga 50
mg/kg secara intravena (studi percobaan mengindikasikan dosis di atas 50 mg/kg
mengakibatkan kematian tikus dalam 10 menit pemberian sehingga dosis sekat
tertinggi untuk injeksi i.p. 50 mg/kg) pada tikus yang dibius normotensif
menghasilkan efek hipotensif terkait dengan dosis. Dosis di atas 12,5 mg/kg
menunjukkan efek hipotensif yang secara signifikan berbeda dengan kontrol.
7.
Antikonvulsan
Ekstrak air daun avokad memiliki aktivitas antikonvulsan-pencegah atau
pengurang kejang-pada mencit. Ekstrak diuji pada hewan percobaan yang diinduksi
pentylenetetrazole (PTZ), picrotoxin (PCT) dan bicuculline (BCL). Ekstrak daun
daun tanaman relatif lebih efektif pada epilepsi yang diinduksi oleh PTZ dan
PCT dibandingkan serangan yang diinduksi oleh BCL.
8.
Antiviral
Infusa daun avokad terbukti mampu menghambat virus herpes simplex tipe 1
(HSV-1), virus penyakit Aujeszky (ADV) dan adenovirus tipe 3 (AD3) secara in
vitro. Fraksinasinya berhasil mengisolasi kandungan kaempferol, quercetin
3-0-a-d-arabinopyranosides, kaempferol 3-0a-l-rhamnopyranoside (afzelin),
quercetin 3-0a-l-rhamnopyranoside (quercitrin), quercitrin
3-0-B-glucopyranoside, quercetin.
Di
antara keenam senyawa tersebut, afzelin dan 3-0-a-d-arabinopyranoside memiliki
aktivitas paling tinggi melawan HSV-1 resisten acyclovir. Infusa aktif melawan
tiga virus sementara ekstrak etanol masing-masing senyawa menunjukkan aktivitas
lemah.

Posting Komentar