Inilah Keajaiban-Keajaiban Tanaman Adem Ati Bagi Kesehatan! (2)
Table of Contents
Pada artikel sebelumnya, kita telah sedikit
membahas mengenai kandungan atau zat berkhasiat pohon Adem Ati. Kini, saatnya
kita membahas bukti ilmiah dan penelitian yang membuktikan manfaat apa saja
yang bisa kita peroleh dari pohon Adem Ati bagi kesehatan kita. Berikut 8
Manfaat Adem Ati bagi kesehatan :
1.
Analgesik (pereda nyeri)
Pemberian ekstrak etanol kulit kayu adem ati pada mencit dengan dosis 100
mg dan 300 mg/kg bobot badan (BB) menunjukkan peningkatan signifikan
(p<0,05) ambang nyeri pada lempeng panas dibandingkan kelompok kontrol.
Artinya, ekstrak etanol kulit kayu adem ati berpotensi sebagai obat penahan
sakit yang kuat atau analgesik.
2.
Afrodisiak
Pemberian ekstrak etanol kulit kayu Litsea Glutinosa pada mencit dengan
dosis 300 mg/kg BB dan ekstrak air pada dosis 500 mg/kg BB menunjukkan
aktivitas afrodisiak yang signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol. Empat
belas hari pascaperlakuan terdapat peningkatan secara signifikan jumlah
tunggangan sebelum ejakulasi, jumlah ejakulasi, latensi waktu (waktu antara)
ejakulasi, interval intromisi-penis masuk ke dalam vagina saat tunggangan
(mounting)-inter, serta latensi intromisi pertama. Hal ini menunjukkan potensi
adem ati untuk mengatasi ejakulasi dini, mengurangi jumlah waktu yang
diperlukan untuk stimulasi seksual, dan cenderung mengurangi interval
pascaejakulasi dengan peningkatan efisiensi kopulasi.
3.
Obat Cacingan
Pemberian ekstrak kulit batang adem ati sebanyak 40 mg/ml kepada cacing
tanah Pheretima posthuma menunjukkan adanya efek antelmintik (obat cacingan).
Itu tampak dari singkatnya waktu untuk melumpuhkan dan kematian cacing bila
dibandingkan dengan perlakuan obat standar Albendazole!
4.
Anti Peradangan
Pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak air Litsea glutinosa pada tikus
wistardilakukan dengan menggunakan metode induksi edema pada telapak kaki
tikus. Sebagai penginduksi digunakan karagenan, dekstrin dan histamin. Bahan
uji diberikan secara oral dengan dosis 250 mg/kg dan 500 mg/kg, sedangkan
pembanding digunakan obat standar indometasin 10 mg/kg BB. Hasil riset
menunjukkan ekstrak adem ati mempunyai ektivitas anti peradangan yang
signifikan. Pada dosis 250 mgk/kg BB diperoleh presentase penghambatan radang
sebesar 16,3% pada tikus yang diinduksi keragenan, 15,36% (dekstrin) dan 22,21%
(histamin) setelah 3 jam perlakuan. Sementara pada dosis 500 mg/kg BB, persentase
penghambatannya sebesar 46,21% (keragenan), 43,13% (dekstrin) dan 35,08%
(histamin).
5.
Penyembuh Luka
Dilakukan dua model luka pada tikus wistar, yaitu pemotongan dan sayatan.
Bahan uji menggunakan ekstrak etanol Litsea glutinosa diberikan dalam bentuk
salem konsentrasi 3% dan 5% per kilogram bobot tikus. Sementara sebagai
pembanding digunakan salep nitrofurazon dengan konsentrasi 0,2% per kilogram
bobot tikus. Hasilnya, salep ekstrak etanol menyembuhkan kedua jenis luka. Bahkan
lama penyembuhan luka salep ektrak L. Glutinosa berkonsentrasi 5% per kg BB
sama dengan pembanding, salep nitrofurazon, yaitu 20 hari!
6.
Antioksidan
Penelitian dilakukan dalam 2 metode : penangkapan DPPH dan H2O2. Sebagai
pembanding digunakan BHT dan asam askorbat. Hasilnya, ekstrak daun adem ati
bersifat sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 30,24 microgram/ml dan
216,53 microgram/ml untuk DPPH dan H2O2. IC50 merupakan konsentrasi dari
antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas.
7.
Antibakteri
Terbukti secara riset, bahwa ekstrak etanol kulit kayu Litsea glutinola
menunjukkan aktivitas antibakteri dengan konsenstrasi penghambat minimal 2,5
mg/ml melawan Bacillis subtilis, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus.
Artinya, adem ati ampuh untuk obat diare, dan desentri. Dibandingkan dengan
obat standar procain penicillin, penelitian Hosamath (2011) juga menunjukkan
efek antibakteri melawan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif jika
dibandingkan dengan obat standar streptomycine sulphate.
8.
Anti Jamur
Kulit kayu adem ati menunjukkan aktivitas anti jamur melawan Aspergillus
fumigatus dan Candida albicans, dibandingkan dengan obat standar griseofulvin.
Semakin
yakin dengan herbal, bukan?

Posting Komentar