Ini Dia 5 Manfaat Asam Kandis Bagi Kesehatan Kita!

Table of Contents



Kita mungkin telah tahu bahwa asam kandis digunakan dalam berbagai jenis masakan sebagai penyedap karena segar dan khas rasanya. Tidak hanya di Indonesia, namun juga dipakai di negara-negara tetangga seperti Brunei dan Malaysia. Buah ini bisa dibuat sebagai bumbu dan juga sebagai sayur itu sendiri. Namun tahukah Anda bahwa ternyata asam kandis memiliki 5 manfaat besar bagi kesehatan kita? Mari kita simak bersama ulasan berikut :

1.       Antiplasmodial
Ekstrak kasar akar, kulit batang, buah dan daun G. Parvifolia dilarutkan dalam n-hexane, etil asetat, dan methanol. Ekstrak akar dan kulit batang menunjukkan aktivitas antiplasmodial yang kuat (IC50 7,88 dan 4,11 microgram/ml).

Penelitian lainnya terkait antiplasmodial menunjukkan kandungan cleistopholine dan (-)-oliveroline yang terdapat pada kulit batang Garcinia parvifolia menunjukkan aktivitas antiplasmodial melawan Plasmodium falciparum-salah satu protozoa parasiot penyebab malaria pada manusia.

Masih terkait malaria, ekstrak kulit batang Garcinia parvifolia dengan pelarut etanol 70% pada dosis 100 mg/kg BB, 300 mg/kg BB, 500 mg/kg BB dan 1.000 mg/kg BB juga terbukti dapat menghambat pertumbuhan Plasmodium yoelii. Bahkan persentase penghambatan terhadap P. Yoelii pada dosis 1.000 mg/kg mendekati efek penghambatan klorokuin-obat standar malaria yaitu 80,09% untuk ekstrak kulit batang berbanding dengan klorokuin 94,5%.

2.       Antioksidan
Ekstrak kasar akar, kulit batang, buah, dan daun G. Parvifolia dilarutkan dalam n0hexane, etil asetat, dan metanol. Semua ekstrak emnunjukkan aktivitas antioksidan dengan IC50 <100 microgram/ml dan aktivitas antioksidan dengan LC50 <1000 microgram/ml.

3.       Antibakteri
Ekstrak kasar, kulit batang, buah dan daun G. Parvifolia dilarutkan dalam n-hexana, etil asetat, dan metanol. Ekstrak n-hexane daun dan buah tidak menunjukkan aktivitas antibakteri sedangkan ekstrak n-hexana dan asetil asetat dari kulit batang, akar, dan buah menunjukkan aktivitas antibakteri kuat, khususnya melawan Staphylococcus aureus.

4.       Menekan kerusakan lever.
Penelitian untuk menunjukkan efek kulit batang Garcinia parvifolia terhadap kerusakan hati pada mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei. Bervariasi dosis yang diberikan untuk meneliti level malondialdehida (MDA), SGOT, dan SGPT terkait kersakan sel lever dan tingkat parasitemia.

Riset menunjukkan pemberian ekstrak kulit batang asam kandis dengan dosis 400 mg/kg BB pada masa infeksi malaria berefek produksi MDA meningkat dan kerusakan lever cenderung lebih ringan. Pemberian ekstrak kulit batang G. Parvifolia secara total dapat menurunkan level MDA, SGOT, dan SGPT, khususnya dengan dosis 400 mg/kg BB per hari dan 800 mg/kg BB per hari.

5.       Antimikroba

Rubraxanthone yang diisolasi dari latek Garcinia parvifolia menunjukkan aktivitas kuat melawan Staphylococcus aureus-bakteri penyebab penyakit antara lain pneumonia dan meningitis-baik pada strain normal dan strain resisten penisilin. Selain itu, senyawa itu juga menunjukkan aktivitas tingkat menengah melawan Trichophyton mentagrophytes dan Microsporum gypseum. Keduanya cendawan yang berhubungan dengan infeksi kulit pada hewan dan manusia.

Posting Komentar