Ditemukan Herbal Anti Malaria Yang Lebih Ampuh Dari Kina?
Table of Contents
Sudahkah Anda mendengar berita terbaru bahwa semangat warga
dunia untuk kembali kepada herbal semakin tinggi? Hal ini dipicu ketergantungan
pada obat sintetis atau kimia mulai resisten terhadap penyakit tertentu.
Sekedar kita ambil contoh bakteri Plasmodium sp, yaitu bakteri penyebab malaria
yang kini resisten atau kebal terhadap klorokuin. Tanaman herbal atau obat
herbal malaria rupanya telah diteliti dan dipaparkan hasil pengujiannya
membuktikan keunggulannya dibanding produk obat sintetis. Sebelum Anda membeli
di toko obat herbal kami, ada baiknya berikut kami bagikan kepada Anda :
Aryanti Msi, periset bagian Pertanian Badan Tenaga Nuklir
Nasional, meriset kemampuan artemisia (daun baru cina) sebagai pengganti kina yang efektif
mengatasi malaria. Ia meriset bahwa tumbuhan famili Asteraseae tersebut
memiliki zat antimalaria bernama artemisin. Di Papua, tanaman ini telah secara
turun temurun digunakan sebagai anti malaria dan menormalkan suhu tubuh karena
demam, dengan cara menyeduh 5-9 gram daun artemisia dengan seliter air. Air
hasil seduhan diminum beberapa kali sehari sampai habis. Hasilnya, tiga hari
kemudian suhu tubuh pasien kembali normal. Dosis itu anjuran The State
Pharmacopoeia Comission of people’s Republic of China : 50-70 mg/bobot tubuh,
dikonsumsi dua kali sehari. Semoga bermanfaat!

Posting Komentar